Sejuta impian

Di kala mata ini engan terpejam di atas kelelahan aktifitas keseharianku menerawang jauh akan mimipi mimpi yang membawa kita akan apa yang akan kita wujudkan untuk meraih cita cita yang kita inginkan,

jika kita menjalani hidup tanpa rencana apa-apa. Tanpa target dan tujuan yang jelas, tanpa sedikit pun gambaran tentang kemana hidup akan bermuara. Hidup tanpa mimpi, saya mengibaratkannya sebagai ‘ngikut aja kemana angin bertiup’. Definitely not the kind of life i want to live.

mungkin benar atau salah, coba kita rasakan bahwa apa yang kita hasilkan hari ini dari yang besar hingga yang terkecil adalah hasil dari mimpi mimpi serta uusaha dan doa kita di masa yang lalu.

tiga puluh tahun mata ini terbuka berawal dari semangat dan belajar serta bimbungan dari orang tua, pahit getir asin dan pedasnya dunia telah terjalani

Sekarang, semakin bertambah dewasa kita berusaha melupakan impian-impian tersebut. Karena kita terlalu takut untuk bermimpi, segala macam logika dihadapkan, otak kiri kita dengan segala macam sudut pandang akal sehatnya, seakan-akan membentur kita dengan keanyataan yang ‘dipahitkan’ (padahal belum tentu terjadi!)—menghancurkan impian kita menjadi puing-puing… Alhasil, muncullah pendapat yang mengerdilkan dalam benak kita: “Ah, terlalu sulit untuk mengejar mimpi, terlalu berisiko…!” atau ”Saya tidak bisa melakukannya…”

Cita-cita adalah bahan bakar bagi mimpi untuk lepas landas. Dan impian adalah tenaga pendorong utama yang menjadi penggerak bagi kita untuk melangkah, bergerak, berjuang, mempertaruhkan segalanya, bekerja keras demi mewujudkan mimpi kita menjadi nyata. Percayalah, there is nothing impossible in this world! Semua yang pernah kita lihat, kita sentuh, dan segala peradaban kita beserta isinya sekarang ini berawal dari mimpi orang-orang sebelum kita…

Mari jadikan cita-cita kita sebagai obsesi. Yakinkan diri kita, bahwa kita pasti bisa melakukannya! Bahwa kita berani menempuh segala resiko, berani membayar mahal demi tujuan kita… dan kita akan mendapatkannya!!


Keberhasilan tidak ada di alam rencana, keberhasilan ada di alam tindakan…—Jadikan rencana (Anda) segera sebagai bukti bahwa Anda berkualitas!”
(Mario Teguh)

2 thoughts on “Sejuta impian

  1. hhmmmm. . . . memang berbeda ketika masih muda dan beranjak tua. . .
    ketika masih muda masih sedikit salah, belum banyak belajar,
    maka orang2 yang masih muda percaya dengan mimpi tanpa takut akan gagal
    tapi seiring bertambahnya usia kita semakin belajar
    bahwa kesalahan bisa terjadi, bahkan secara tiba2, tak terduga,
    dan banyak orang yang mulai takut atau enggan untuk banyak bermimpi,
    mereka terperangkap realita, termasuk saia :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s