Haruskah segalanya

lembaran surat lecek yang sudah lama tersimpan di saku celanaku itulah yang membuatku ingin kembali mengisi sebuah coretan kecil yang yang sudah hampir sekian lama tidak pernah aku  jamah, kebanggan itu hadir kembali  saat aku membaca coretan lama yang mungkin sudah tidak populerlagi, terinspirasi goresan cerita dari sang sahabat lama yang selalu memberikan semangatnya membuat aku ingin menuliskan curahan tangis sang gadis muda yang masih duduk di kelas dua SMA yang sedang duduk termenung menyesalai apa yang telah di perbuatnya semalam di kala pembelajaran hati sedang ingin merasakan arti dan rasa sebuah cinta sang manusia haruskah dia menyerahkan segala hati dan jiwanya kepada orang yang memang sangat dia kasihi, yah penyesalan memang tinggal penyesalan hanya itu yang bisa keluar dari hati dan pikiranya, tapi apa yang harus aku katakan pada kedua orang tuaku jika mereka tau apa sebenarnya yang sudah terjadi pada diriku, kalau aku sudah menyerahkan semuanya pada kekasihku

hatinya masih merasa kesal saat dia teringat ledekan dari teman teman sebayanya saat menanyakan sebut saja namanya rina, dia bertanya pada gadis itu, ika kamu sudah pernah melakukan belum, melakukan apa jawab ika ah masa kamu gak ngerti sih jawab rina, tahun berapa ini ka…! masa tahun 2012 kamu belum pernah melakukan yang kaya begituan, ah nora sih kamu..! aku saja SMP saja sudah sering melakukan, nora banget sih kamu …cerita rina sumpah rin aku ngak tau dan belum pernah melakukan yang kaya begituan, ah kalo gitu kamu gak gaul deh , payah.

itulah yang membuat ika menyesal mengapa dia harus menuruti apa yang telah di ceritakan teman teman sebayanya kepadanya, namun nasi sudah menjadi bubur yah sudahlah, namun dia berpesan dan berdoa semoga generasi yang akan datang tidak seperti apa yang telah saya dan teman teman saya lakukan, selain merusak moral badan dan harga diri juga merusak masa depan jangan mudah terpengaruh sama sebuah becandaan atau ledekan teman teman sebaya karena kesucian itu adalah simbol pribadi yang bersih dan setia selain kita harus mempertanggung jawabkan kepada suami di hari depan nanti kita juga harus mempertanggung jawabkan kepada yang maha kuasa.

4 thoughts on “Haruskah segalanya

  1. semua yang dilandasi iman tentu dibentengi dan dituntun oleh ilmu yang baik ilmu agama terapkan & orang tua serta keluarga lingkungan yg baik ……

  2. haduuh, jangan jadi remaja bodoh dong!
    ayo dong jadi generasi pelurus bangsa yang pintar dan beriman.
    :)
    makasih postnya bang, semoga temen-temen yg baca bisa ambil hikmah semuanya yaa
    :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s